|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE/RIN
Selain pemetaan, Wawan mengatakan sempat berdialog dengan warga setempat dan mengajak untuk tetap waspada terhadap bencana, kemungkinan naiknya debit air sungai Subayang, mengingat tingginya curah hujan saat ini.
"Warga juga diingatkan untuk senantiasa bersama-sama mendukung situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif pada masa Pemilu 2024. Dan bersama sama menjaga persatuan kesatuan, jaga keamanan lingkungan kita agar terciptanya Pemilu 2024 yang aman damai," jelas Wawan.
Diceritakan Wawan, ia bersama tim butuh waktu berjam jam lamanya mencapai lokasi 8 desa tersebut. Diman, tim harus menyusuri sungai Subayang yang memiliki arus yang sangat kuat akibat luapan banjir menggunakan sampan katiting.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Arab Saudi Tebar Psywar Jelang Duel Kontra Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sebelum berangkat, pihaknya mendapat informasi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan bahwa Kecamatan Kampar Kiri Hulu merupakan salah satu daerah rawan bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor.
"Minimnya akses jalan ke desa tersebut menyebabkan tim harus menempuh perjalanan menyusuri sungai selama 5 jam untuk sampai ke lokasi," tutup Wawan.*