|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
Sertifikasi Kompetensi Pemandu Wisata merupakan rangkaian dari Program Desa Wisata yang digagas PHR bersama STP Riau. Dengan adanya standarisasi kompetensi pemandu wisata memberikan peluang bagi penggiat pariwisata untuk terus mampu mengembangkan paket wisatanya hingga menggali kemampuang story telling dalam mempromosikan potensi wisata di daerah masing-masing.
"Sertifikasi ini untuk menjamin kualitas layanan bagi pemandu, memastikan bahwa pemandu wisata memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memberikan layanan berkualitas kepada wisatawan. Hal ini mencakup pengetahuan tentang destinasi wisata, sejarah, budaya, dan keterampilan komunikasi yang baik,” kata Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Riau Eni Sumiarsih.
Sekretaris Dinas Pariwisata Riau Ade Yudishtira mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi PHR dan STP Riau dengan konsisten mendukung kemajuan pariwisata Riau. Standar kompetensi kerja nasional ini dinilai penting dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi pemandu wisata agar mampu bersaing dalam industri pariwisata baik di Riau maupun tingkat nasional.
Kemenhub Tingkatkan Status Bandara IMIP dan Bandara Sultan Syarief Haroen di Pelalawan
Tingkatkan Layanan Kesehatan, PT BSP Bantu Alat Medis ke Desa Lubuk Garam
“Pemandu wisata merupakan usaha yang memiliki fungsi penghubung antara wisatawan dengan desitinasi wisata. Mengingat cukup esensial dalam pengemasan, maka diperlukan pemandu wisata yang tangguh dan terampil. Terima kasih PHR dan STP Riau atas dukungannya dalam mencerdaskan SDM Pariwisata di Riau,” katanya.
Sejak awal, potensi pariwisata di Riau telah menjadi fokus PHR melalui strategi program Desa Wisata, baik itu pembinaan sumber daya manusia (SDM) maupun produk ekonomi kreatif. Dengan menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau sebagai mitra pelaksana, PHR berupaya mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism/CBT).