|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/AP
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru menutup satu pangkalan gas elpiji pada tahun lalu. Masalahnya, pangkalan gas elpiji ini menjual gas elpiji 3 Kilogram (Kg) di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.000.
"Tahun lalu, ada satu pangkalan gas elpiji yang kami tutup. Lokasinya di Palas," kata Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Rabu (17/1).
Kasus terbaru tahun ini, satu pangkalan gas elpiji diberi teguran. Permasalahannya sama, menjual gas elpiji 3 Kg di atas HET.
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
"Kami minta ke Pertamina memberikan sanksi yang tegas ke pangkalan gas elpiji. Kami tidak bisa mengawasi semuanya karena jumlah pangkalan 1.200 unit," ungkap Ami, sapaan akrabnya.
Disperindag hanya bisa mengawasi agen gas elpiji. Jumlah agen gas elpiji hanya 23 unit.