|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Febrian Fachri/ Bilal Ramadhan
JAKARTA - Cawapres nomor urut tiga Mahfud MD, mempertanyakan kebijakan impor besar-besaran Presiden Joko Widodo selama dua periode memerintah kepada cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres, Minggu (21/1/2024). Mahfud mengungkit debat capres 2019 lalu di mana saat itu capres Prabowo Subianto, mempertanyakan kebijakan impor Jokowi yang sangat besar. Sayangnnya, jawaban Gibran soal kebijakan import beras ini tidak sesuai ekspetasi.
“Mas Gibran, saya hormati anda sebagai cawapres jadi tak akan menjebak anda dengan istilah receh-receh. Sodara, pada 17 februari 2019 dalam sebuah debat capres, itu pak Prabowo mengatakan bahwa pak Jokowi itu mengataian tak akan impor komoditas pangan. Tapi 4 tahun pak Jokowi masih impor banyak merugikan petani. Tapi sampai sekarang impor banyak. Malah semakin banyak mafianya impor bahan pangan ini,” kata Mahfud.
Gibran pun mengatakan Mahfud ngambek ketika ditanya pakai istilah dan pertanyaan sulit. “Sepertinya Prof Mahfud agak ngambek ya, saya sudah dua kali berikan pertanyaan sulit, karbon capture selalu dianggap receh. Kalau receh dijawab pak. Segampang itu,” ujar Gibran.
Gibran lalu menjelaskan periode 2019-2022 Indonesia sudah swasembada beras. Tapi tahun 2023 ada El Nino yang terjadi di sebagian belahan dunia. Sehingga pemerintah kembali harus mengimpor.
Bukan Tandingan! Istana Tegaskan Komite Reformasi Polri Bentukan Prabowo Jadi yang Utama
Erick Thohir Cabut Permenpora 14/2024, Dunia Olahraga Nasional Apresiasi Langkah Tegas
Mahfud menganggap jawaban Gibran melenceng. Ia kembali menegaskan pertanyaannya adalah kebijakan impor Jokowi dalam skala besar tidak hanya pada beras.
“Pertanyaan saya bukan itu, dulu pak Prabowo nanya kenapa pak Jokowi impor beras. Faktanya, per hari ini ni impor kedelai 2 juta ton, susu 287 ton gula pasir 4,7 juta ton, beras 2,8 juta ton, daging sapi, 167 juta ton. Ini hasilnya seberapa dari hasil debat 17 Jui 2019 itu. Semakin banyak angkanya. Kemudian secara lebih mendasar posisi anda sebagai wapres bagaimana melihat hal ini,” tanya Mahfud.