|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya
"Itu tidak sepantasnya dilakukan dalam forum nasional, forum yang sangat resmi. Saya tidak tahu bagaimana orang tuanya membelajarkan etika kepada dia," kata Butet.
"Saya tidak bisa membayangkan, kalau orang yang tak memiliki adab kepada orang tua seperti itu akhirnya terpilih menjadi pemimpin di negeri yang masih menjunjung adab dan etika ini," imbuh Butet.
Yang lebih disesalkan Butet, karakter yang muncul dan dipertontonkan Gibran lewat debat itu mau tak mau menyeret pada orang tua yang bertanggungjawab mendidiknya.
"Sebagai orang tua umumnya, hal paling elementer mendidik anak adalah etikanya. Bagaimana agar anak itu bisa menempatkan diri, kapan saatnya bercanda, kapan saatnya serius," imbuh Butet.
Operasional Bandara Khusus Dipertanyakan, DPR Minta Dugaan Peran Oknum Pejabat Diusut
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
Butet pun mengaku, sebagai warga awam nonpartisan, ia turut kecewa dan tersinggung. Ketika dalam sebuah forum resmi kenegaraan diwarnai aksi Gibran itu.
"Saya merasa kecewa, ini bukan masalah anak muda bebas berekspresi, sebab masih banyak anak muda yang mengerti tata krama di sana," kata dia. *