|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
“Kalau media membantu mengawal kita, maka bersama-sama kita bisa mengedukasi dan memberikan pencerahan, sehingga tidak ada satu orangpun yang berniat menghambat pencapaian ketahanan energi negeri ini,” katanya.
Terkait dengan rencana eksplorasi dan produksi yang lebih ditingkatkan di tahun 2024, Muharram mengatakan, PHE melakukan dalam dua strategi. Pertama, Pertamina akan memanfaatkan potensi-potensi sumber daya energi atau pun sumur yang sudah ada (area eksisting). “Tentunya, eksplorasi eksplorasi di daerah lama ini kita lakukan dengan cara berpikir yang baru dan teknologi yang baru,” katanya.
Strategi kedua, kata Muharram, Pertamina akan melakukan eksplorasi dan produksi di area yang akan datang (emerging), namun dengan potensi sumber daya yang besar. “Kita cari temuan yang besar bahkan raksasa, sehingga kita dapat kemampuan untuk mendapatkan ketahanan energi nasional,” katanya.
SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau, Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers
SKK Migas Sumbagut dan PT BSP Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Sumbar
Untuk diketahui, dua strategi tersebut sudah diterapkan oleh PHR Wilayah Kerja (WK) Rokan. Yakni, dengan pengembangan lapangan di Minas untuk meningkatkan produksi WK Rokan, serta melakukan pengeboran sumur Minyak Non Konvensional (MNK) di Lapangan Gulamo yang saat ini sudah masuk dalam tahap evaluasi hasil pemboran. Semua upaya tersebut dilakukan dalam upaya mendukung capaian target 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030.*
Untuk itu, lanjut Muharram, PHE sebagai motor produksi minyak di Pertamina, berkomitmen untuk melakukan kegiatan eksplorasi untuk memproduksi minyak dan gas yang lebih baik di tahun 2024.