|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : mrh/sfr/CNN
JAKARTA -- Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.635 per dolar AS pada Rabu (7/2) sore. Mata uang Garuda menguat 95 poin atau 0,6 persen dari perdagangan sebelumnya.
Senada, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah ke posisi Rp15.685 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona hijau. Tercatat, bath Thailand menguat 0,12 persen, dolar Singapura 0,12 persen, dan ringgit Malaysia 0,1 persen.
Lalu, rupee India menguat 0,12 persen, peso Filipina 0,37 persen, dan dolar Hong Kong 0,03 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan dan yuan China masing-masing melemah 0,02 persen dan 0,01 persen.
Nilai Tukar Rupiah Melemah Rp16.771 per Dolar AS
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
Sementara itu, mata uang negara maju kompak bertenaga. Franc Swiss menguat 0,02 persen, poundsterling Inggris 0,19 persen, dolar Australia 0,08 persen, euro Eropa 0,14 persen, dan dolar Kanada 0,07 persen.
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat di tengah pelemahan dolar AS dari mata uang global.
Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh cadangan devisa RI yang masih lebih tinggi dari perkiraan.
"Rupiah menguat didukung oleh koreksi pada dolar AS dan data yang menunjukkan cadangan devisa yang walau turun, namun masih lebih tinggi dari perkiraan," kata Lukman seperti dikutip CNNindonesia.
BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia tetap tinggi sebesar US$145,1 miliar pada Januari 2024.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Kendati, angka itu menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2023 yang sebesar US$146,4 miliar.*