|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : solihin/*
Penilaian kota Adipura di katakan Suwandi, titik awal penilaian adalah kebijakan strategi daerah (jakstrada ) dalam penanggulangan dan pengelolaan sampah. Di Provinsi Riau ada 6 Kabupaten/Kota yang dinilai langsung oleh tim penilai diantaranya Kota Dumai, Rohil, Siak, Bengkalis, Kota Pekanbaru dan Kuansing.
"Alhamdulillah dari enam Kabupaten/Kota di Riau yang dinilai, ada 4 kabupaten/kota yang berhasil mendapatkan Piala Adipura. Salah satunya adalah Kabupaten Rokan Hilir. Mendapatkan Piala Adipura memang hal yang kita dambakan, dimana Kota Bagansiapiapi sebagai ibu kota Kabupaten sudah lama tidak mendapatkan penghargaan Adipura," ujarnya.
Adipura dikatakan Suwandi merupakan sebuah penghargaan atau reward yang diberikan pemerintah melalui menteri LHK kepada kabupaten/ kota yang mampu mengelola ruang terbuka hijau dan penanggulangan sampah secara maksimal.
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Mutasi Demi Kelancaran Gaji ASN
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
"Jadi tahun ini kita bisa meningkatkan prestasi kita, dimana Tahun 2022 kita hanya bisa mendapatkan penghargaan Adipura dalam bentuk sertifikat, tapi di Tahun ini kita bisa meraih piala Adipura. Mudah-mudahan ke depan dengan dukungan semua pihak dan arahan pak bupati, kita bisa mempertahankan Piala Adipura ini," terangnya.
Titik penilaian Adipura meliputi fasilitas umum, faskes, pendidikan, pemukiman, pasar dan ruang terbuka hijau, saluran pembuangan, TPA dan lainnya. Untuk kota Bagansiapiapi DLH menyiapkan 27 titik pantau penilaian. Tingkat penilaiannya tertinggi adalah TPA, karena di TPA ada sistem pengelolaan sampah perkotaan. Dimana sampah-sampah yang dihasilkan dari masyarakat sebelum dibuang atau ditimbun ke TPA sudah dipilah kembali. Yakni yang bernilai ekonomis dengan cara memisahkan sampah organik dan anorganik.