|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau terus melakukan persiapan jelang keberangkatan jamaah haji Riau. Sesuai jadwal jamaah haji Riau akan berangkat ke Arab Saudi melalui Batam pada 13 Mei 2024 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Riau, Syahruddin, Kamis (25/4/2024) mengatakan hingga saat ini sudah ada 6 Kloter yang siap untuk dicetak Visa hajinya. Sementara sisanya masih dalam proses pengajuan.
"Dari 12 kloter, 9 sudah kita ajukan, 6 kloter sudah bisa diprint out visanya," katanya.
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
Bupati Pelalawan Terima Bantuan Bencana Sumatera dari Kwarcab Gerakan Pramuka 0411
Syahrudin mengatakan, sesuai jadwal Kloter pertama Riau atau Kloter 3 Batam (BTH) dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 14 Mei 2024 mendatang.
Rombongan JCH asal Pekanbaru ini mulai berangkat dari Pekanbaru pada 13 Mei 2024 menuju ke embarkasi haji Batam pukul 08.00 WIB.
Setelah menginap satu malam, esoknya, atau pada 14 Mei 2024 JCH asal Kota Pekanbaru ini akan diterbangkan ke Arab Saudi dari Bandara Hang Nadim Batam menuju ke Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Bupati Siak Imbau Warga Rayakan Tahun Baru Hindari Kerumunan Massa
Syahrudin mengatakan, pada musim haji tahun ini, JCH Riau tak lagi diberangkatkan melalui asrama haji Riau di Pekanbaru. Namun langsung masuk ke asrama haji di Batam.
"Jemaah haji Riau ini akan diberangkatkan menuju Batam dengan dua metode, yakni melalui jalur udara dan melalui jalur laut," katanya.
Ada 6 daerah di Riau yang JCH nya akan diberangkatkan melalui jalur laut. Yakni dari Kabupaten Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir serta Siak.
Donasi Rakyat Siak Rp1,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Puluhan Truk dari Siak Bertolak untuk Korban Bencana Sumatera
"Khusus JCH Riau yang berangkat lewat jalur laut, diberangkatkan dari daerah masing-masing menuju ke pelabuhan Sekupang Batam," ujarnya.
Sedangkan sedangkan melalui jalur udara, adalah JCH Riau yang berasal dari Kota Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Rokan Hulu dan Indragiri Hulu.
"Mereka diberangkatkan melalui bandara SSK II Pekanbaru menuju ke Bandara Hang Nadim Batam dengan pesawat lion air dan Citilink. Setelah itu baru masuk ke asrama haji sebelum diterbangkan ke Madinah," katanya.
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
Sejarah Agraria di Siak, Lahan dan Kebun Sawit Rakyat Dilepaskan Dari Kawasan
Pada musim haji tahun ini total JCH Riau yang akan diberangkatkan sebanyak 5.318 orang. Mereka dibagi kedalam 12 kloter.
Sementara untuk keberangkatan nya ke tanah suci, JCH Riau akan diberangkatkan melalui dua gelombang. Gelombang pertama ada 9 Kloter masuk. Mereka diterbangkan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah
"Sisanya, tiga Kloter lagi masuk gelombang kedua, itu nanti mendaratnya di Bandara King Abdul Azis Jeddah," sebutnya.
PHR Pastikan Produksi Migas Blok Rokan Tetap Produktif, Meski Sempat Diterjang Banjir
Bobibos: Bensin Nabati dari Jerami, Inovasi Anak Negeri Menuju Energi Bersih
Pastoor Sindir PSSI: Indonesia Masih Jauh dari Level Piala Dunia
PEKANBARU--PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berupaya dalam meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Meski sempat terdampak banjir pada awal tahun 2024, PHR memastikan produksi PHR terus berjalan dalam upaya menopang energi nasional.
EVP Upstream Business PHR Edwil Suzandi mengatakan, sejak 4 Februari 2024 tidak ada lagi sumur PHR di Blok Rokan yang terdampak banjir. Bahkan, angka produksi berhasil dipertahankan dengan rata-rata produksi yakni 161 ribu barel minyak per hari (BOPD).
"Pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024 lalu memang kita sempat menghadapi sutuasi banjir akibat curah hujan yang tinggi. Meski demikian, berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir dampak banjir terhadap produksi, dan alhamdulillah dampak tersebut berbuah manis dan produksi bisa terus berjalan," kata Edwil.
Rudianto Manurung: Dari Tanah Melayu Menuju Panggung Dunia
Lebih dari 400 Musisi Dunia Boikot Israel lewat Kampanye No Music for Genocide
Sejumlah upaya dilakukan PHR dalam upaya menjalankan tugas negara memproduksi energi dari Wilayah Kerja (WK) Rokan. Di antaranya, mengaktifkan tim penanganan insiden atau Incident Management Team (IMT), di mana tim tersebut bertugas memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, lingkungan dan peralatan produksi.
Selain itu, manajemen PHR juga memastikan dampak yang minimal terhadap produksi minyak dan gas (migas) atau Loss Production Opportunity (LPO).
"Tim juga berkoordinasi untuk merespons dampak banjir, termasuk bantuan yang diperlukan masyarakat sekitar operasi yang terdampak, serta merencanakan mitigasi jangka panjang terhadap kejadian serupa di masa depan," kata Edwil.
Edwil menambahkan, PHR tidak serta-merta menonaktifkan sumur yang berpotensi terdampak banjir. Ini dilakukan agar kegiatan produksi tidak signifikan menurun.
"Kita selektif menghentikan aktifitas serta fasilitas yang terdampak, untuk menghindari risiko yang lebih buruk. Kita juga melakukan operasi kembali secara terencana ketika banjir mulai surut," katanya.
Tak hanya melakukan penanganan terhadap fasilitas produksi, kata Edwil, PHR juga melakukan perbaikan infrastuktur seperti jalan, lokasi, kanal serta peralatan produksi.
"Kami juga melakukan kajian atau perubahan hidrologi daerah operasi terdampak, serta area operasi sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada untuk perbaikan infrastruktur jangka panjang," katanya.
PHR juga memberikan edukasi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi terkait keselamatan penanganan dan dampak banjir. "Kami juga memberikan bantuan ke masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, kami juga terus mengaktifkan IMT dan tim yang siaga terhadap potensi gangguan atau bencana di kemudian hari," kata Edwil.*