|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU - Normalisasi Sungai Sail di Pekanbaru, Riau, mulai dikerjakan. Proses pengerjaan dimulai dari Pengerjaan normalisasi mulai dari Jembatan Harapan Raya hingga Jembatan Jalan Parit Indah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, meninjau normalisasi Sungai Sail, di Jalan Parit Indah, Selasa (21/05/2024). Normalisasi Sungai Sail bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS).
Muflihun mengatakan, normalisasi atau pengerukan anak sungai ini sudah dimulai sejak sebulan yang lalu. Bahkan pengerukan yang dilakukan tampak hampir selesai.
Administrasi Bermasalah, Proyek Bronjong Sungai Apit Dihentikan Pemkab Siak
Pemuda Tewas Tenggelam di Sungai Kampar, Diduga Kram Kaki
"Jadi kita melakukan pengerukan Sungai Sail ini ada MoU dengan BBWSS pusat. Ada kawasan yang menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru," ujar Muflihun.
Ia menyebut, pengerukan dilakukan dengan mengambil sedimen Sungai Sail sekitar 1 meter hingga 1,5 meter.
Diharapkan, pengerukan yang dilakukan Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat mengantisipasi banjir.
Tinjau Banjir Pasar Arengka, Wako Instruksikan Bongkar Bangunan Liar
Antisipasi Karhutla, BNPB Kirim Tiga Helikopter Water Bombing ke Riau
"Kita berharap pengerukan 1 meter sampai 1,5 meter ini dapat menampung air lebih banyak dan mengantisipasi terjadinya banjir," ungkapnya.
Dijelaskannya, pengerukan Sungai Sail yang menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru mulai dari Jembatan Parit Indah sampai dengan Jembatan Harapan Raya.
"Sementara dari Jembatan Harapan Raya ke Sungai Siak menjadi kewenangan BBWSS," ujarnya.
H-1 PSU, Cabup Siak Terpilih Afni Bikin Riuh Pasar Sungai Apit
Antisipasi Lonjakan Harga, Pemko Pekanbaru Gelar Pasar Murah di 15 Kecamatan
"Kalau kita sudah mulai sekitar satu bulan lebih, lebih kurang 6 Km Sungai Sail yang menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Uun itu berujar, normalisasi yang dilakukan dapat dilakukan berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga pada saat mus hujan, bencana banjir dapat dihindari.*