|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
Kepedulian M Iqbal beserta jajaran Satlantas Poltabes Pekanbaru itu, dipandang wartawan melebihi tugas dan tanggungjawabnya. Ditambah lagi banyak sisi humanisme di dalam melaksanakan tugasnya, menyebabkan M Iqbal dan jajarannya berhari-hari masuk koran.
Tapi yang paling Saya ingat tentang M Iqbal saat menjabat Kasatlantas adalah soal SIM (Surat Izin Mengemudi). Suatu hari, viral dari mulut ke mulut di kalangan wartawan Kota Pekanbaru soal adanya 'memo' SIM gratis untuk insan pers. Maka, saya pun langsung mengkonfirmasinya. Alhamdulillah, informasi itu benar adanya. Bukan candaan. Bukan pula hoaks. Saya pun dapat SIM C untuk pertama kalinya sepanjang hidup dari hasil dari 'memo' Kasatlantas M Iqbal. Prosesnya cepat dan benar-benar gratis tanpa biaya.
Kata Iqbal, wartawan sudah banyak membantu polisi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sudah banyak juga membantu mengedukasi masyarakat untuk tertib berlalu-lintas dan memakai helm SNI melalui pemberitaan-pemberitaannya. Makanya, sebagai apresiasi, rasa terima kasih dan sekaligus mempererat kemitraan serta persahabatan, diberikanlah SIM gratis untuk wartawan.
Langkah Optimis di 2026, PT BSP Awali Silaturahmi dengan Dua Camat
Apel Perdana 2026, Bupati Siak 'Prank' 6 ASN yang Berulang Tahun dengan Apresiasi yang Manis
Seingat Saya, sebagian besar wartawan muda di tahun 2000-2001 itu dapat SIM gratis dari memo Kasatlantas M Iqbal. Belakangan, saya dengar ada juga oknum wartawan memakai fasilitas memo Kasatlantas itu untuk mengurus SIM istrinya, anaknya, orang kantornya, sampai warga sekampungnya. Hahaha...
Selepas Kasatlantas Poltabes Pekanbaru, M Iqbal kemudian dipromosi menjabat Wakil Kepala Polres Dumai sampai mencapai Kepala Divisi Humas Mabes Polri dan Kapolda Nusa Tenggara Barat. Sejak itu, komunikasi saya pribadi putus dengannya. Tetapi komunikasi M Iqbal dengan insan pers di manapun wilayahnya bertugas, selalu terjalin baik. Bahkan M Iqbal terdengar menjadi salah seorang jenderal polisi yang humanis, menjadi sahabat dan penolong insan pers. Itu terutama tatkala beliau diamanahkan sebagai Karo Penmas dan Kadiv Humas Mabes Polri.