|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Red
Dalam pernyataannya, Dr. Zainul Maarif menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk berdialog dan mencari solusi damai atas konflik yang berlangsung. Ia menegaskan bahwa dialog dan diskusi lebih efektif daripada demonstrasi dan pemboikotan dalam menyelesaikan masalah.
"BERBINCANG LANGSUNG DENGAN PRESIDEN ISRAEL. Saya bukan demonstran, melainkan filsuf-agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dan melakukan pemboikotan, saya lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan. Terkait konflik antara Hamas-lsrael, dan relasi Indonesia-lsrael, saya bersama rombongan berdialog langsung dengan Presiden Israel, Isaac Herzog (yang duduk dengan dasi biru) di istana Sang Presiden. Semoga hasil terbaik yang dianugerahkan untuk kita semua," tulis Zainul Maarif di akun Facebook-nya.
Kunjungan Dr. Zainul Maarif dan rombongannya mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Banyak yang menilai bahwa langkah tersebut dapat dianggap sebagai bentuk legitimasi terhadap tindakan Israel di Palestina. PBNU sendiri menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah tanggung jawab pribadi dan tidak mewakili lembaga.
Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, mengingatkan bahwa semua kebijakan yang melibatkan kerjasama internasional harus melalui persetujuan PBNU pusat dan tidak boleh dilakukan secara individu. *