|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Nidal Al-Mughrabi and Parisa Hafezi
KAIRO/DUBAI - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh di Iran pada Rabu pagi. Pembunuhan ini dikhawatirkan akan memicu ancaman balasan terhadap Israel di tengah konflik yang semakin mendalam di Gaza dan Lebanon.Pengawal Revolusi Iran mengonfirmasi kematian Haniyeh setelah ia menghadiri pelantikan presiden baru Iran.
Haniyeh, yang biasanya bermarkas di Qatar, menjadi wajah diplomasi internasional Hamas selama perang di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober. Hamas menyatakan pembunuhan ini akan membawa pertempuran ke tingkat baru. Iran mengumumkan tiga hari berkabung nasional dan berjanji akan membalas.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyatakan Israel akan menerima hukuman keras akibat pembunuhan ini. Iran sudah pernah melakukan serangan terhadap Israel dalam konflik Gaza sebelumnya.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
Israel belum memberikan komentar atau klaim tanggung jawab atas insiden ini. Militer Israel sedang menilai situasi tanpa mengeluarkan pedoman baru bagi warga sipil. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu pejabat keamanan untuk konsultasi.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menolak mengomentari pembunuhan Haniyeh, hanya menyatakan pentingnya kesepakatan gencatan senjata di Gaza.