|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Nidal Al-Mughrabi and Parisa Hafezi
Pembunuhan ini terjadi kurang dari 24 jam setelah Israel mengklaim telah membunuh komandan Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan di Dataran Tinggi Golan. Hal ini tampaknya menggagalkan peluang mencapai gencatan senjata di Gaza yang telah berlangsung selama 10 bulan.
Hamas mengecam pembunuhan Haniyeh sebagai eskalasi serius dan menyatakan akan terus melawan. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan Israel siap menghadapi semua skenario.
Qatar, yang menjadi perantara pembicaraan damai di Gaza, mengutuk pembunuhan ini sebagai eskalasi berbahaya. Mesir menyatakan hal ini menunjukkan kurangnya kemauan politik di pihak Israel untuk meredakan ketegangan. Cina, Rusia, Turki, dan Irak juga mengutuk pembunuhan ini.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
Badan keamanan tertinggi Iran bertemu untuk memutuskan respons terhadap kematian Haniyeh. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan ini dan faksi-faksi Palestina di Tepi Barat menyerukan pemogokan dan demonstrasi massal.
Konflik di Gaza telah berlangsung hampir 10 bulan tanpa tanda-tanda berakhir. Pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi Mesir dan Qatar tampaknya gagal.