|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
Sampah anorganic dikumpulkan menjadi ecobrick. Sedangkan sampah organic dikumpulkan dalam sebuah wadah untuk difermentasi menjadi pakan maggot dan pupuk lindi. Para peserta kian termotivasi saat melihat keberhasilan Bank Sampah Ibnu Al Mubarok yang telah menghasilkan berbagai produk souvenir dengan melibatkan kelompok pengrajin dari masyarakat dan kaum disabilitas. Sedangkan produksi maggot terus meningkat mencapai 200 hingga 400 kilogram per hari.
Rini membagikan kunci sukses dalam perencanaan program mengelola bank sampah. Selain mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai, pengelolaan bank sampah perlu berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki visi yang sama. Begitu pula pengelolaan sampah harus bisa meningkatkan ekonomi.
“Di sini kami tidak menjual barang, tapi kami menjual sistem dan mengedukasi masyarakat. Apabila ada barang yang terjual, berarti itu adalah bonus dari kesungguhan kita untuk mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai,” ucapnya.
Go Live Like a Pro, IM3 Ajak Mahasiswa Unri Berkarya di Dunia Digital
Bupati Pelalawan Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan, Gotong Royong, dan Semangat Persatuan
Keberhasilan program bank sampah membuat pondok pesantren ini menjadi percontohan sekaligus pusat pelatihan pengelolaan sampah. Pesertanya beragam, mulai dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, sekolah hingga masyarakat umum.
Bank sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok telah meraih sejumlah penghargaan baik di tingkat lokal maupun nasional, di antaranya Juara I Program Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan dari Kementerian Agama 2023.