Sementara itu, Hendra Hosea, Sustainability Manager Apical, menjelaskan bahwa melalui SLV, Apical membantu petani swadaya mengadopsi praktik berkebun yang berkelanjutan. "Kami memberikan pelatihan agar petani dapat memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan mengakses fasilitas pengembangan dari pemerintah, sebagai langkah awal menuju sertifikasi ISPO dan RSPO," ujarnya.
Apical juga mencatat progres signifikan dalam mendukung 5.000 petani swadaya untuk meraih sertifikasi RSPO pada 2030. Bersama Asian Agri dan KAO, Apical menjalankan program SMILE (SMallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment) sejak 2020. Hingga kini, sebanyak 3.489 petani telah bergabung. Sebanyak 1.373 di antaranya telah memperoleh sertifikasi RSPO.
Secara keseluruhan, implementasi Apical 2030 telah mencapai 68% dari target. Dalam Pilar Kemitraan Transformatif, yang menargetkan komitmen NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) sebesar 100%, Apical telah mencapai 93%. Sementara pada Pilar Aksi Iklim, perusahaan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 21%, dari target pengurangan 50% pada 2030. Untuk Pilar Inovasi Hijau, pencapaian saat ini telah menyentuh 87%.
Pemkab Kampar Ikuti Rakor Kemendagri, Fokus Kendalikan Inflasi dan Dorong Produk Halal
Resmi! Timnas U-23 Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, AFC Tetapkan 16 Peserta Ini
Dengan berbagai capaian tersebut, baik Asian Agri maupun Apical terus memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan yang inklusif dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendorong transformasi bisnis berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi strategis. *