POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Riau

Gubernur Riau Temui Menteri Kehutanan, Perjuangkan Dana Pengelolaan Hutan Lewat Skema Internasional

Jumat, 11 April 2025 | 20:22:00 WIB

Editor : Rea | Penulis : Rgi

Gubernur Riau Temui Menteri Kehutanan, Perjuangkan Dana Pengelolaan Hutan Lewat Skema Internasional
Pertemuan Gubernur Riau Abdul Wahid dengan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni. (Foto: MCE)

JAKARTA – Luas kawasan hutan di Provinsi Riau mencapai 5,4 juta hektare, namun kompleksitas permasalahan dan keterbatasan anggaran membuat pengelolaannya menghadapi tantangan besar. Untuk itu, Gubernur Riau Abdul Wahid secara langsung menemui Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni, guna memperjuangkan peluang pendanaan alternatif.

Pertemuan berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Jumat (11/4/2025), dan dihadiri juga oleh jajaran pejabat Pemprov Riau serta Ketua DPRD Riau.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wahid menyampaikan bahwa luas kawasan hutan yang menjadi tanggung jawab Provinsi Riau tidak sebanding dengan kemampuan fiskal daerah untuk mengelolanya.

Baca :

“Kawasan hutan di Riau sangat luas dan penuh tantangan. Mulai dari keberadaan kebun dalam kawasan, ancaman kebakaran hutan, hingga perambahan. Tapi kemampuan pendanaan kita sangat terbatas,” ujar Wahid.

Ia menambahkan, Pemprov Riau berharap dukungan dari Kementerian untuk membuka akses terhadap sumber-sumber pendanaan internasional, baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral.

“Kami berharap Kementerian Kehutanan dapat menjadi jembatan antara pengelola lanskap seperti kami dengan negara-negara donor. Ini penting agar pengelolaan hutan bisa dilakukan secara berkelanjutan dan profesional,” tegasnya.

Baca :

Saat ini, Pemprov Riau telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memasuki skema pendanaan tersebut. Beberapa di antaranya adalah penyusunan kerangka pengaman (safeguard) REDD+ dan Rencana Aksi Daerah (RAD) REDD+, sebagai bagian dari tahap readiness dalam pengelolaan hutan berbasis pengurangan emisi.

Wahid menekankan bahwa hasil kerja dalam pengelolaan kawasan hutan harus dapat diukur dan dihargai dalam bentuk insentif pendanaan yang dikembalikan kepada lanskap dalam wujud program berkelanjutan.

“Baseline sangat diperlukan sebagai landasan utama dari arsitektur REDD+ yang memiliki standar global. Ini akan menunjukkan capaian nyata dalam pengurangan emisi dan pengelolaan hutan yang baik,” jelasnya.

Baca :

Sebagai informasi, program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) adalah skema internasional yang bertujuan menurunkan emisi karbon melalui pengurangan deforestasi dan degradasi hutan. Tanda "+" mencakup kegiatan konservasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta peningkatan stok karbon.

Menutup pertemuan, Gubernur Riau menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak Kementerian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang baik dalam kunjungan kerja ini. Semoga sinergi ini membawa manfaat besar bagi kelestarian hutan Riau,” pungkas Wahid. *

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB