|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rea | Penulis : Red
Ia menambahkan, orang dengan kepribadian narsistik kerap merasa istimewa dan pantas menjadi pusat perhatian. “Mereka bisa saja menganggap gosip negatif sebagai validasi, sebagai tanda bahwa orang lain masih memikirkan mereka,” lanjutnya.
Penelitian juga menemukan bahwa pria lebih terbuka terhadap kemungkinan menjadi objek gosip negatif dibandingkan perempuan. Namun dalam gosip bernada positif, ketertarikan antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang.
Usia juga turut berperan. Responden muda cenderung lebih ingin menjadi subjek gosip positif dibanding kelompok usia yang lebih tua. Menurut Hales, hal ini berkaitan dengan kebutuhan anak muda untuk memperluas jejaring sosial dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.
Rupiah Terdesak, Uang Orang Kaya Kini Mengalir ke Dolar
Borok BUMD Riau Terungkap, Eks Direksi PT SPR Diduga Tilep Rp33 Miliar!
Hal menarik lainnya, individu yang merasa terkucil dalam pergaulan lebih memilih menjadi bahan gosip - baik netral maupun negatif - daripada tidak dibicarakan sama sekali. Namun anehnya, mereka justru merasa tidak nyaman saat digosipkan secara positif. Diduga, ini berkaitan dengan ketidaksesuaian antara pujian yang diterima dan persepsi negatif mereka terhadap diri sendiri. *