|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : detik.com
JAKARTA - Pembatasan akses ke media sosial dan layanan messaging dipastikan tidak akan dilakukan permanen. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memberi gambaran berapa lama hal itu dilakukan.
"Pembatasan akses sosial media untuk tidak diaktifkan, dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Jadi berkorban 2-3 hari tidak bisa lihat gambar tidak apa-apa, ini semata-mata untuk keamanan nasional," sebutnya dalam konferensi pers siang tadi di Jakarta.
Jadi kemungkinan selama maksimal 3 hari pengguna akan mengalami masalah, terutama dalam pengiriman foto dan video. Hal itu juga dijelaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Tingkatkan Layanan Kesehatan, PT BSP Bantu Alat Medis ke Desa Lubuk Garam
"Jadi untuk sementara kita akan mengalami keterlambatan dalam mengunggah foto atau video.Perlu saya jelaskan bahwa sistem komunikasi SMS dan voice (panggilan suara) tidak masalah," sebut Rudiantara.
"Jadi untuk sementara itu yang kita lakukan. Saya mohon maaf, ini untuk sementara dan bertahap. Semoga ini cepat selesai," tambah Rudiantara.
Saat ini dalam pantauan Down Detector, layanan WhatsApp, Instagram, Facebook pada saat ini sudah terlihat menampilkan warna merah dan kuning yang merata di Indonesia usai pengumuman pembatasan itu resmi disampaikan oleh pemerintah.
Dekatkan Layanan ke Generasi Muda, Imigrasi Pekanbaru Hadir di SMK Negeri 5 Pekanbaru
Rupiah Terdesak, Uang Orang Kaya Kini Mengalir ke Dolar
Warna merah dan kuning pada live outage Down Detector menandakan layanan mengalami gangguan atau tidak bisa diakses di negara yang bersangkutan.*