PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan setelah 10 orang dilaporkan meninggal dunia dalam gelombang protes di berbagai daerah di Indonesia.
Aksi protes itu dipicu oleh kemarahan publik terhadap fasilitas mewah yang dinikmati anggota parlemen serta kebijakan pemerintah yang dinilai membebani masyarakat melalui pengetatan anggaran.
“Kami mengikuti secara dekat rangkaian aksi protes nasional terkait tunjangan parlemen, langkah penghematan, dan dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan,” ujar Ravina Shamdasani, juru bicara kantor HAM PBB, dikutip dari Barron’s.
Kedaulatan Digital di Ujung Tanduk, SMSI Desak Pemerintah Bertindak Atas Kesepakatan ART Prabowo–Trump
Di desak Mundur, Raja Juli Dinilai Tak Punya Kompetensi Kehutanan
Ia menekankan perlunya dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat guna meredakan ketegangan.
Kantor HAM PBB juga meminta adanya investigasi cepat, menyeluruh, dan transparan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia internasional, khususnya terkait penggunaan kekerasan. Shamdasani mengingatkan bahwa aparat keamanan, termasuk militer bila diturunkan untuk menjaga ketertiban, wajib menaati prinsip-prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api.