POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Siak

Sorotin Keterlambatan, Bupati Siak Minta Gaji Pegawai Pemkab Dibayar Tepat Waktu

Minggu, 5 Oktober 2025 | 08:00:00 WIB

Editor : Deslina | Penulis : PE*

Sorotin Keterlambatan, Bupati Siak Minta Gaji Pegawai Pemkab Dibayar Tepat Waktu
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli

SIAK- Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyoroti keterlambatan pembayaran gaji pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Ia meminta seluruh jajaran terkait memastikan gaji dibayarkan tepat waktu.

“Saya sering mendapat keluhan tentang keterlambatan gaji pegawai. Untuk itu, saya sudah memberikan arahan kepada Sekda, Kepala BKD, dan seluruh OPD agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujar Afni dalam keterangannya, Sabtu (5/10/2025).

Afni menegaskan, Badan Keuangan Daerah (BKD) wajib memprioritaskan pembayaran gaji pegawai, apapun kondisi keuangan daerah. “Karena setiap rumah tangga perlu perencanaan keuangan. Kalau terlambat, bisa banyak mudaratnya,” katanya.

Baca :

Untuk mengantisipasi keterlambatan, Afni juga meminta agar setiap kendala keuangan yang muncul mendekati tanggal pembayaran gaji segera dilaporkan kepada pimpinan agar solusi bisa dicari dengan cepat dan tepat.

Secara khusus, Afni juga menyampaikan bahwa gajinya sebagai bupati dibayar terakhir, setelah seluruh pegawai menerima gaji.

“Jika gaji saya terlambat, berarti masih ada pegawai yang belum gajian. Dengan begitu, tidak akan ada keluhan karena pemimpinnya juga belum menerima gaji,” ungkap mantan wartawan itu.

Baca :

Selain soal gaji, Bupati Afni juga menyinggung masalah kedisiplinan dan efisiensi anggaran. Ia meminta para kepala OPD melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja bawahannya. “Banyak temuan pegawai yang jarang masuk kerja atau tidak berada di tempat. Ini harus ditertibkan,” katanya.

Bupati perempuan pertama di Siak itu mengingatkan adanya kemungkinan penurunan dana transfer dari pemerintah pusat tahun depan. Sementara itu, belanja pegawai Siak sudah menembus Rp1,1 triliun per tahun atau sekitar 50 persen dari total APBD Siak yang berada di kisaran Rp2 triliun.

“Ini sudah sangat tidak sehat. Ketentuannya hanya boleh maksimal 30 persen. Jika tidak dikendalikan, ini bisa menjadi ancaman serius bagi fiskal daerah,” ungkap Afni.

Baca :

Menghadapi kondisi ini, Afni mendorong seluruh kepala OPD untuk bekerja lebih inovatif dan proaktif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjemput anggaran dari APBN.

“Seluruh ASN harus ikut terlibat dalam menjaga ruang fiskal daerah agar tetap sehat demi kemaslahatan rakyat,” ujarnya. (*)


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
2
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB