|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Red | Penulis : Rea
PEKANBARU - Polda Metro Jaya kembali menyoroti kemunculan sosok yang mengaku sebagai Bjorka, meski publik tampaknya mulai lelah mendengar nama itu berulang kali tanpa kejelasan. Seorang pemuda berinisial WFT (22) asal Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, ditangkap dan diduga mengoperasikan akun media sosial dengan nama serupa, serta terlibat dalam peretasan data milik salah satu bank swasta.
Meski begitu, kepolisian belum memastikan apakah WFT benar-benar sosok Bjorka yang pernah membuat gaduh dunia maya Indonesia pada 2020. “Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, everybody can be anybody di internet. Siapa pun bisa jadi siapa saja di dunia maya,” ujar Kasubditpenmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Selasa (7/10/2025).
Pernyataan itu masuk akal, meski di saat yang sama memperlihatkan betapa kaburnya batas antara pelaku, korban, dan legenda dunia digital yang terus dihidupkan oleh rasa penasaran publik. Setiap kali muncul kasus kebocoran data, selalu saja ada “Bjorka baru” yang ditangkap, sementara yang lama entah ke mana.
MK Tegaskan Polisi Tak Bisa Duduki Jabatan Sipil Tanpa Lepas Seragam
Roy Suryo Sebut Bela Rakyat, Rismon Ancam Gugat Polisi dalam Kasus Ijazah Jokowi
Hingga kini, polisi baru bisa memastikan keterlibatan WFT dalam kasus peretasan data bank yang digunakan untuk mengancam pihak tertentu. “Yang bisa dijelaskan adalah tindak pidana dalam kasus perbankan. Itu yang sejauh ini bisa dibuktikan oleh tim Siber Polda Metro Jaya,” kata Reonald.
Namun penyidik belum berhenti di situ. Mereka masih menelusuri apakah WFT memiliki kaitan dengan akun-akun lain yang mengaku sebagai Bjorka — termasuk yang belakangan mengklaim membocorkan data Badan Gizi Nasional (BGN).