PEKANBARU - Anggota DPRD Riau, Andi Dharma Taufik menyoroti kebakaran Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (6/1/2026) malam. Dia menilai sudah saatnya PT PLN meng-upgrade instalasi.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Inhil ini juga mengakui banyak narasi-narasi liar yang beredar di masyarakat terkait kebakaran Kantor Bupati Inhil. Mulai dari narasi kebakaran yang disengaja untuk menghilangkan dokumen-dokumen penting hingga dugaan sabotase.
"Terlepas apakah kebakaran itu ada unsur kesengajaan ataupun sabotase, saya pribadi lebih percaya karena terjadi korsleting listrik atau arus pendek. Ini harus menjadi catatan kita bersama sekaligus evaluasi bagi PT PLN. Saatnya PT PLN meng-upgrade instalasi," ujar Ketua DPC PDIP Inhil tersebut.
Bupati Kampar Instruksikan Hewan Kurban 2026 Diprioritaskan untuk Desa Minim Kurban
Bupati Kampar Pimpin Upacara HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Anggota Komisi I DPRD Riau ini mengakui, kasus kebakaran di Inhil terutama kebakaran di pemukiman cukup tinggi. Kondisi masih banyaknya bangunan dan rumah warga yang terbuat dari papan menjadi faktor penyebab gampangnya terjadi kebakaran.
Dia juga memperkirakan, instalasi listrik yang terpasang di gedung-gedung pemerintah dan juga pemukiman di Inhil saat ini sudah usang.
"Dengan kondisi tersebut jadi memang perlu dilakukan pemasangan instalasi listrik yang ramah untuk bangunan-bangunan dari kayu," pinta Andi.
Genap Sebulan Terapkan WFH Jumat, Bupati Kampar Tinjau Satpol PP dan Perkim
Genap Sebulan Terapkan WFH Jumat, Bupati Kampar Tinjau Satpol PP dan Perkim
Andi berharap kebakaran Kantor Bupati Inhil tidak mempengaruhi pelayanan publik. "Pelayanan publik harus tetap berjalan. Tapi saya yakin kebakaran kemaren tidak begitu mempengaruhi pelayanan publik, karena yang terbakar hanya sebagian ruangan saja," kata Andi.
Terkait dengan adanya dugaan sabotase atas kebakaran tersebut, Andi menyerahkan kepada pihak yang berwenang. "Kita serahkan saja kepada pihak yang berkompeten," tegasnya.