INHIL - Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali dilanda banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut, terutama di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.
Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemadam kebakaran (BPBD Damkar) Riau, belum mendapatkan laporan secara terinci perihal berapa masyarakat yang terdampak.
“Kami dapat laporan banjir rob di Tembilahan, lokasinya juga sama seperti lokasi sebelumnya,” ungkap Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal, Jumat (9/1/2026).
Pj Sekda Kampar Lantik Dua Pj Kades dan Tunjuk Satu Pjs Kepala Desa
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Larangan Gratifikasi Jelang Idulfitri 1447 H
Dilanjutkannya, saat ini pihaknya masih menunggu laporan detail dari pihak pemerintah setempat perihal jumlah korban yang terdampak. Pihaknya, juga akan memberikan bantuan jika pihak pemerintah setempat memerlukan.
“Kami masih tunggu laporan detailnya, jika memerlukan bantuan kami siap kirimkan. Sebelumnya juga sudah pernah kami serahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.
Selain akibat naiknya permukaan air laut. Banjir rob di diwilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi yang dalam waktu beberapa hari terakhir terus mengguyur disekitar lokasi.
Wako Pekanbaru Klaim Perbaikan Jalan Lampaui Target
21 Hotspot Terdeteksi di Riau, Terbanyak di Kota Dumai 6 Titik
“Curah hujan di sana juga belakangan ini cukup tinggi sehingga membuat air lebih cepat naik,” sebutnya.
Sementara itu, untuk lokasi lain pihaknya belum mendapatkan laporan ada terdampak banjir. Seperti di kabupaten Kampar dan Pelalawan, di mana dua daerah ini dilintasi sungai Kampar.
“Untuk Kampar dan Pelalawan belum ada laporan. Tapi memang muka air sungai Kampar sudah dilaporkan ada kenaikan akibat pembukaan pintu waduk PLTA,” sebutnya.