|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red
TEHERAN - Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh menegaskan Iran akan memberikan balasan yang “menghancurkan dan keras” terhadap setiap serangan yang diarahkan ke negaranya. Ia menekankan bahwa Teheran tidak akan membiarkan pihak mana pun mengancam kedaulatannya.
Nasirzadeh memperingatkan langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak mengancam rakyat Iran. Menurutnya, setiap tindakan militer terhadap Iran akan membuat kepentingan AS di berbagai wilayah dunia berada dalam risiko.
Ia juga menegaskan negara mana pun yang terlibat membantu serangan—baik menyediakan fasilitas maupun dukungan lain—akan dianggap sebagai bagian dari agresi dan dapat menjadi sasaran balasan Iran. Nasirzadeh menyebut sistem pertahanan Iran kini berada pada posisi lebih baik dibanding konflik sebelumnya.
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
Trump Ancam Iran, AS Siap Bertindak Jika Demonstran Dibunuh
Di sisi lain, Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menyatakan kekuatan militer Teheran meningkat pascakonflik terakhir. Namun ia mengakui ancaman dari AS dan Israel dianggap nyata dan ditanggapi secara serius oleh otoritas Iran.
Sementara itu, di Washington, Presiden Donald Trump dikabarkan membahas sejumlah opsi terkait Iran bersama tim keamanan nasionalnya, termasuk opsi militer. Laporan media AS menyebut Pentagon menyiapkan pilihan serangan yang lebih luas dibanding sebelumnya.
Tensi politik semakin meningkat setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani menyebut Presiden Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “pembunuh utama” rakyat Iran. Ia meminta warga untuk mengingat nama-nama yang dianggapnya bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.
Polisi Bingung Siapa Bjorka yang Asli
Rekapitulasi DPB Triwulan III 2025 di Kampar Berjalan Lancar, KPU Tegaskan Komitmen Pemutakhiran Data Pemilih
Trump sebelumnya menyerukan rakyat Iran untuk melanjutkan aksi protes terhadap pemerintah mereka, seraya menyatakan pertemuan dengan pejabat Iran dibatalkan hingga kekerasan terhadap demonstran dihentikan.
Iran saat ini tengah dilanda gelombang protes terkait memburuknya kondisi ekonomi, penurunan nilai mata uang, serta turunnya daya beli masyarakat. Aksi berlangsung memasuki pekan ketiga dan disertai pemadaman internet secara luas. Laporan lembaga independen hak asasi manusia menyebut ratusan orang tewas dalam kerusuhan, meski angka itu tidak diakui otoritas Iran.
Di tengah eskalasi tersebut, pemerintah Amerika Serikat juga menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran, dengan rekomendasi jalur darat menuju Turki atau Armenia apabila dinilai aman.
ASN Riau Siap Tampil Perkasa di PORNAS XVII 2025, Target Medali Tinggi!
DPR Resmi Larang Menteri Rangkap Jabatan di BUMN, Kementerian BUMN Siap Turun Status!
Ketegangan diplomatik terus meningkat, sementara kedua pihak saling melontarkan peringatan keras dan menegaskan kesiapan menghadapi skenario terburuk. *