INHIL – Momen mencekam terjadi di Parit Ogok, Desa Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Seorang nenek bernama Salasiah (65) nyaris meregang nyawa setelah diserang buaya saat mencuci di sungai belakang rumahnya, Minggu sore (18/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Tanpa tanda-tanda, seekor buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menggigit tangan kiri korban. Serangan mendadak itu membuat Salasiah terseret ke arah tengah sungai, memicu kepanikan warga sekitar.
Insiden tersebut disaksikan langsung oleh suami korban, yang kebetulan sedang mandi tidak jauh dari lokasi. Melihat istrinya diterkam buaya, ia spontan berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang warga yang berada di bantaran sungai untuk segera mendekat dan membantu.
Bupati Siak Berikan Dukungan Moril, Minta Seluruh Unsur Maksimalkan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Siak.
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Masih Hilang, Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Lakukan Pencarian
Dengan kondisi panik, sang suami memeluk tubuh korban sambil berusaha menendang buaya yang masih menggigit. Warga yang datang kemudian ikut memukul dan menghalau hewan buas tersebut dengan alat seadanya.
“Korban sempat dipeluk oleh suaminya sambil menendang buaya. Warga lain yang hendak mandi ikut membantu sampai akhirnya korban berhasil ditarik ke darat,” ungkap Antoni, warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian itu.
Setelah beberapa saat, buaya tersebut akhirnya melepaskan gigitannya dan kembali menghilang ke dalam sungai. Korban yang mengalami luka parah segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif. Akibat serangan tersebut, tulang lengan korban dilaporkan patah.
Buruh Asal Bandung Tenggelam Saat Mancing di Sungai Kampar, Hilang Terseret Arus di Pulau Kosiok
Arus Sungai Kampar Mengganas, Tim Gabungan Berjibaku Cari Bocah 13 Tahun yang Tenggelam
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel setelah menerima laporan dari warga.
“Setelah laporan masuk, empat personel kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan mencari buaya yang menyerang warga,” kata Junaidy.
Tim DPKP mulai melakukan penyisiran sejak pukul 16.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WIB. Upaya pencarian dilakukan hingga pukul 19.05 WIB, namun buaya belum berhasil ditemukan. Berdasarkan keterangan warga, buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.
Luapan Sungai Subayang Terjang Desa Kebun Tinggi, 130 KK Sempat Terendam Banjir
Wabup Kampar Safari Ramadan Serap Aspirasi Warga Desa Sungai Liti
Junaidy mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar sungai agar lebih berhati-hati, terutama saat mandi atau mencuci di perairan terbuka.
“Jika melihat buaya atau tanda-tanda keberadaannya, segera laporkan agar bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan korban berikutnya,” ujarnya. *