|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
“Berbagai wawasan penting berhasil diperoleh. Ini memungkinkan kami mengoordinasikan langkah lanjutan bersama mitra dan dalam kerangka NATO untuk memperkuat keamanan di Atlantik Utara serta kawasan Arktik,” kata juru bicara itu.
Jerman memimpin pengerahan pasukan ke Greenland bersama sejumlah negara Eropa lain dalam misi eksplorasi pekan lalu. Langkah ini dinilai sebagai sinyal keseriusan Eropa terhadap isu keamanan regional, terutama kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Selain Jerman, beberapa negara lain seperti Prancis, Swedia, Norwegia, dan Inggris juga terlibat. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari persiapan menjelang latihan militer yang telah dijadwalkan di kawasan tersebut.
KTT Doha Memanas: Pemimpin Muslim Serukan Pasukan Gabungan
Bupati Rohil Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2025
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Trump, pada Sabtu, mengumumkan rencana penerapan tarif impor sebesar 10 persen mulai Februari 2026. Tarif itu direncanakan naik menjadi 25 persen pada Juni dan akan diberlakukan terhadap delapan negara Eropa, termasuk Jerman.
Kebijakan tersebut disebut sebagai respons atas pernyataan negara-negara Eropa yang menilai latihan militer NATO di Greenland hanya bersifat simbolik, di tengah meningkatnya tensi akibat sikap keras Amerika Serikat.