|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
LOS ANGELES — Penggunaan kendaraan listrik dalam jumlah besar tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan perubahan iklim, tetapi juga terbukti membawa manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat. Temuan tersebut diungkap dalam riset terbaru yang dipublikasikan jurnal The Lancet Planetary Health.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan hibrida mampu menurunkan tingkat polusi udara, khususnya nitrogen dioksida, yang selama ini dikenal berbahaya bagi sistem pernapasan dan jantung.
Analisis dilakukan dengan mengamati sejumlah wilayah permukiman di California, Amerika Serikat, selama periode 2019 hingga 2023. Hasilnya, seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik, kualitas udara di kawasan tersebut mengalami perbaikan yang terukur. Setiap penambahan sekitar 200 unit kendaraan listrik tercatat menurunkan konsentrasi nitrogen dioksida sebesar 1,1 persen.
Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, Satlantas Polres Pelalawan Laksanakan Ramp Check Kendaraan
Borok BUMD Riau Terungkap, Eks Direksi PT SPR Diduga Tilep Rp33 Miliar!
Studi berbasis data satelit ini menjadi yang pertama secara empiris mengonfirmasi dampak positif kendaraan tanpa emisi terhadap kesehatan masyarakat. Selama ini, manfaat tersebut lebih banyak diasumsikan, karena keterbatasan alat pemantau kualitas udara berbasis darat.
Penelitian sebelumnya dari Keck School of Medicine Universitas San Francisco pada 2023 juga mengajukan hipotesis serupa. Namun, keterbatasan metode pemantauan membuat dampak langsung kendaraan listrik terhadap kesehatan publik belum dapat dipastikan secara akurat.