Melalui pemanfaatan data satelit beresolusi tinggi, penelitian terbaru ini berhasil menutup celah tersebut. Satelit memantau nitrogen dioksida di atmosfer dengan menganalisis bagaimana gas tersebut menyerap dan memantulkan sinar matahari.
Nitrogen dioksida sendiri merupakan polutan utama hasil pembakaran bahan bakar fosil yang dapat memicu asma, bronkitis, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Penulis utama penelitian, sekaligus asisten profesor ilmu kesehatan masyarakat di Keck School of Medicine, Erika Garcia, menegaskan pentingnya temuan ini bagi kebijakan kesehatan publik.
“Kami tahu polusi udara dari jalan raya dapat merusak sistem pernapasan dan kesehatan jantung, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Garcia, dikutip dari Phys.org, Ahad (25/1/2026).
161 Personel dan Warga Terima Penghargaan dari Kapolda Riau atas Kinerja Pengungkapan Kasus
Kapolres Pelalawan Cek Kendaraan Dinas dan HT, Pastikan Kesiapan Operasional
Selama masa penelitian, pendaftaran kendaraan tanpa emisi di California meningkat dari 2 persen menjadi 5 persen dari total kendaraan ringan, termasuk mobil penumpang, SUV, truk pikap, dan van. Angka ini menunjukkan peluang perbaikan kualitas udara dan kesehatan masyarakat masih sangat besar.
“Kami bahkan belum sepenuhnya mencapai tahap elektrifikasi, tetapi penelitian ini menunjukkan transisi California menuju kendaraan listrik sudah memberikan dampak yang terukur pada udara yang kita hirup,” kata salah satu penulis studi, Sandrah Eckel.