POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Mancanegara / Teheran

Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Iran Peringatkan Respons Keras

Senin, 26 Januari 2026 | 12:30:00 WIB
Editor : Red
Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Iran Peringatkan Respons Keras - Pekanbaru Express
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal pendamping saat berlayar di laut, bagian dari pengerahan militer AS menjelang posisinya di kawasan yang berdekatan dengan Timur Tengah saat ketegangan meningkat di sekitar Iran. (Foto: armyrecognition)

TEHERAN — Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di wilayah Timur Tengah dengan mengerahkan kelompok kapal induk dan sejumlah aset militer lainnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut pengerahan ini sebagai langkah untuk menahan potensi tindakan agresif Teheran, meskipun ia berharap tidak terjadi serangan langsung.

Kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang berpandu misil lainnya diposisikan di perairan Teluk Persia dan Laut Arab. Penguatan militer ini dilakukan di tengah sorotan internasional terhadap situasi di Iran, termasuk protes domestik besar dan laporan kekerasan di beberapa kota.

Trump menegaskan bahwa tujuan pengerahan armada militer adalah menunjukkan kekuatan dan menjaga stabilitas kawasan. Namun sejumlah pengamat melihat langkah ini juga sebagai bentuk tekanan strategis terhadap pemerintah Iran.

Baca :

Iran Siaga Tinggi

Pemerintah Iran merespons pengerahan militer AS dengan peringatan tegas. Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa setiap serangan terhadap negaranya akan dianggap sebagai “perang habis-habisan” dan akan dibalas dengan keras.

“Militer kami siap menghadapi skenario terburuk. Kami berharap langkah AS tidak berujung pada konfrontasi langsung, tetapi kami tetap siap menanggapi setiap serangan,” kata pejabat tersebut.

Baca :

Respons Iran mencerminkan ketegangan yang meningkat secara bersamaan dengan protes domestik yang meluas, yang telah menarik perhatian internasional dan menimbulkan sorotan dari pihak AS. Beberapa mural provokatif di Teheran juga menegaskan retorika keras yang meningkat, termasuk simbol-simbol ancaman terhadap kapal perang asing.
 
Pengerahan kapal induk dan aset militer AS ke kawasan memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara sekitar dan operator penerbangan internasional. Beberapa maskapai besar dikabarkan menunda atau mengurangi jadwal penerbangan di wilayah Teluk akibat meningkatnya ketidakpastian keamanan.

Meskipun langkah militer ini menimbulkan ketegangan, hingga saat ini belum ada laporan resmi tentang serangan militer yang dilancarkan. Penguatan kehadiran ini dianggap sebagai bentuk tekanan dan kesiapsiagaan militer, sementara kedua pihak terus mengawasi pergerakan masing-masing untuk menghindari eskalasi penuh. *


Pilihan Editor
Berita Lainnya
LOS ANGELES
Studi Ungkap Kendaraan Listrik Turunkan Polusi Udara dan Risiko Penyakit
Senin, 26 Januari 2026 | 11:56:27 WIB
pekanbaru
Resmi! Ida Yulita Susanti Lengser dari Kursi Direktur PT SPR
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:47:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB