|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan Program Pemberdayaan Kelurahan melalui Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) menjadi instrumen strategis Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kelurahan. Hal tersebut disampaikan Agung saat menghadiri Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) 2025 UEK-SP Fajar Kehidupan di Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur, Kamis (22/1/2026).
Menurut Agung, UEK-SP dirancang untuk memperkuat ekonomi warga berpenghasilan rendah melalui akses permodalan yang mudah dan transparan, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik rentenir.
“UEK-SP memberikan akses pembiayaan yang adil dan dikelola langsung oleh masyarakat. Program ini terbukti mampu menggerakkan perekonomian kelurahan secara berkelanjutan,” ujar Agung.
Salah satu UEK-SP dengan kinerja terbaik adalah UEK-SP Fajar Kehidupan. Hingga 2025, total perguliran dana mencapai Rp16,30 miliar dengan jumlah pemanfaat sebanyak 1.411 orang. Tingkat pengembalian dana juga tercatat sangat tinggi, masing-masing 99,85 persen untuk UEK dan 99,81 persen untuk simpan pinjam. Selain itu, UEK-SP Fajar Kehidupan membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun buku 2025 sebesar Rp184,95 juta, yang mengantarkannya meraih peringkat pertama UEK-SP se-Kota Pekanbaru.
Warning Pj Wako: Diberhentikan, RT dan RW Jadi Timses Dalam Pilkada Serentak 2024
Cegah Kebakaran, Wako:Ganti Instalasi Listrik Kalau Sudah Uzur
Ketua UEK-SP Fajar Kehidupan, Yusak, menjelaskan lembaga tersebut berdiri sejak 2005 dengan modal awal Rp500 juta dari Pemprov Riau, yang kini berkembang menjadi Rp971,5 juta dan terus digulirkan kepada masyarakat.
“Sepanjang 2025, kami menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,3 miliar, terutama di sektor perdagangan, pertanian, dan industri kecil,” jelas Yusak. Saat ini tercatat 503 pemanfaat aktif dengan saldo pinjaman Rp919,5 juta dan tingkat pengembalian mencapai 99,89 persen. Tingginya kepercayaan masyarakat juga terlihat dari total simpanan anggota yang menembus Rp2,35 miliar.