“Bangunan bersejarah seperti Tangsi Belanda memiliki nilai penting, namun keterbatasan anggaran sering menjadi kendala dalam perawatannya. Ke depan akan kami evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Afni, akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bangunan cagar budaya di wilayahnya guna memastikan aspek keselamatan pengunjung tetap terjaga.
Tangsi Belanda merupakan bangunan cagar budaya berusia lebih dari dua abad dan menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Kabupaten Siak. Insiden ambruknya lantai dua ini bukan yang pertama, mengingat sebelumnya bangunan tersebut juga pernah menelan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Pemkab Siak Gandeng ICEL Review Perizinan Konflik Hutan dan Lahan
Kapolda Riau Sebut Bupati Siak sebagai Mentor dalam Isu Lingkungan
Seperti diberitakan sebelumnya, lantai dua bangunan Tangsi Belanda ambruk sekitar pukul 09.00 WIB saat digunakan untuk kegiatan studi tour. Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang luka-luka, sebagian besar merupakan anak-anak dari rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam.
Runtuhnya lantai terjadi secara mendadak saat kegiatan penjelasan berlangsung, sehingga para siswa terjatuh dan tertimpa material bangunan. Para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.**