PEKANBARU – Provinsi Riau kembali mencatatkan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Pulau Sumatera. Berdasarkan pemantauan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (4/2/2026), terdeteksi sebanyak 113 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan Kabupaten Pelalawan menjadi daerah paling rawan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami, menyebutkan Pelalawan menyumbang hotspot terbanyak di Riau, yakni mencapai 60 titik. Kabupaten Bengkalis menyusul dengan 26 titik panas.
“Sebaran hotspot lainnya terpantau di Kabupaten Rokan Hilir dan Indragiri Hilir masing-masing sembilan titik, Kota Dumai delapan titik, serta Kabupaten Kepulauan Meranti satu titik,” ujar Sanya.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 170 titik, dengan lebih dari separuhnya berada di wilayah Riau. Dari 113 hotspot di Riau tersebut, tujuh titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi, 102 titik kategori sedang, dan empat titik kategori rendah.
“Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan lahan gambut,” jelasnya.
BMKG terus melakukan pemantauan cuaca dan indeks potensi kebakaran sebagai bagian dari sistem peringatan dini karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.