PELALAWAN– Bupati Pelalawan, Zukri Bupati Zukri menegaskan bahwa intensitas banjir di wilayah Kabupaten Pelalawan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Jika sebelumnya banjir hanya berdampak pada kawasan pesisir di sepanjang Sungai Kampar, kini genangan air telah merambah hingga ke wilayah perkotaan, termasuk kawasan strategis di Pangkalan Kerinci.
Hal ini diungkapkan Bupati Pelalawan saat memimpin rapat koordinasi pembahasan penanganan banjir Sungai Kampar di Ruang Rapat Bupati Pelalawan, Selasa (24/2/2025). Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Daniel, ST., MT beserta jajaran, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur teknis terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya tingginya curah hujan, sedimentasi sungai yang semakin parah, penyempitan alur sungai akibat aktivitas di bantaran, serta kiriman air dari daerah hulu. Situasi ini diperparah dengan menurunnya daya tampung sungai sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.
Wakil Bupati Kampari Hadiri Penyerahan Laporan Eksekutif Daerah Semester II Tahun 2025
Bupati Kampar Ikuti Apel Kesiapsiagaan Penangan Karhutla 2026
“Penanganan banjir ini tidak bisa lagi bersifat parsial. Kita membutuhkan langkah komprehensif dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Koordinasi dengan BWS Sumatera III sangat penting karena Sungai Kampar merupakan kewenangan pusat,” tegas Bupati.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Pelalawan menyampaikan rencana prioritas penataan Sungai Kerinci yang selama ini menjadi outlet utama banjir di Kota Pangkalan Kerinci. Penyempitan badan sungai dan tingginya sedimentasi dinilai sebagai faktor dominan yang menyebabkan air cepat meluap saat debit meningkat.