Ketiga, setelah dokumen kajian internal Kaltim yang menjadi "strategi marketing" siap, langkah selanjutnya adalah membangun komunikasi dan melakukan presentasi yang berbeda dengan presentasi kajian Bappenas.
Keempat, Kaltim harus melibatkan perguruan tinggi dalam pembahasan internal kesiapan sebagai pusat pemetintahan baru. Apalagi sampai sekarang belum ada FGD yang digagas Kaltim untuk menjaring aspirasi warga guna menyambut rencana ini.
"Minimal dengan dilibatkannya warga, maka secara moral dan psikologis warga merasa dihargai dalam berpartisipasi membangun rencana pemindahan pusat pemerintahan, karena pada prinsipnya semua masyarakat mendukung Kaltim menjadi pusat pemerintahan baru," katanya.
Kebakaran Mengamuk di Pulau Kijang, 80 Rumah Ludes dalam Hitungan Jam
Pemkab Siak Kawal Tiga Agenda Besar BSP, Targetkan Efisiensi dan Kenaikan PAD
Sedangkan kelima, PLN dan PDAM dilibatkan penuh menjadi bagian penting dalam setiap pembahasan rencana dan presentasi, yakni memberikan kesempatan pada mereka untuk membeberkan rencana menyambut Bukit Soeharto sebagai lokasi pusat pemerintah.*