POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Politikus

Jumlah Caleg Perempuan Terpilih Meningkat

Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB

Penulis : vivanews

 Jumlah Caleg Perempuan Terpilih Meningkat
ilustrasi

JAKARTA – Puskapol Universitas Indonesia mencatat sebanyak 65 persen calon legislatif terpilih merupakan orang baru alias bukan petahana. Meskipun sebagian besar mereka juga pernah berpengalaman dalam tiga pemilihan umum yang sebelumnya.

"Hal yang menarik adalah terdapat 103 dari 575 caleg terpilih yang merupakan petahana yang masih bertahan dalam 3 pemilu terakhir ini, 2009, 2014, 2019," kata Direktur Puskapol UI, Phil Aditya Perdana dalam pemaparan di Cikini, Jakarta, akhir pekan lalu.

Mereka juga mencatat caleg perempuan di 2019 menorehkan prestasi membanggakan dengan capaian 20,5 persen atau paling tinggi sejak 2004. Hal itu salah satunya karena banyak caleg perempuan ditempatkan oleh partai di nomor urut atas.

Baca :

"Dari data yang kami kumpulkan, pemilih masih memilih berdasarkan nomor urut atas, 1, 2 ataupun 3. Sebanyak 48 persen dan 68 persen caleg terpilih perempuan dan laki-laki berada di posisi nomor 1," ujar Phil.

Sebanyak 53 persen caleg terpilih perempuan memiliki latar belakang aktivis partai politik. Sebagian yang terpilih memang diindikasikan dan memiliki afiliasi dengan kekerabatan politik seperti keluarga, dinasti atau klan.

"Namun demikian, pengurus partai yang juga memiliki keluarga politik juga menguatkan keterpilihan mereka," kata Phil.

Baca :

Sementara sisanya, yakni sekitar 6 persen disebut berasal dari kalangan profesional. Mereka juga baru pertama kali ikut dalam kompetisi Pemilu pada 2019 ini.

Selain itu, Puskapol memprediksi hasil Pileg 2019 tidak akan memberikan perubahan besar, terutama untuk DPR dan DPD. Sebab, terpilihnya para anggota legislatif di pemilu kali ini dinilai masih dipengaruhi kekuatan ekonomi dan oligarki politik.

"Kami merasa bahwa kinerja anggota DPR dan DPD RI dalam periode berikutnya (2019-2024) tidak akan mengalami perubahan besar. Salah satu penyebab pentingnya adalah kehadiran mereka nanti tentu sangat dibengaruhi oleh kekuatan ekonomi dan politik lokal (oligarki dan elite lainnya) yang berkelindan dalam aktivitas parlemen mereka," kata Aditya Perdana.*

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
hukum
Status Hukum Naik, Yaqut Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji
Jumat, 9 Januari 2026 | 20:43:00 WIB
siak
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Jumat, 9 Januari 2026 | 12:49:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB