Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang menjadi momen refleksi spiritual, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Suasana khidmat berpadu dengan kehangatan interaksi antarwarga.
Puncak kebersamaan tercermin dalam tradisi makan bajambau, di mana masyarakat duduk bersama dan menikmati hidangan dalam satu wadah. Tradisi ini mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur.
Aghi Ayo Onam tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat solidaritas, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya lokal. Dengan dukungan semua pihak, tradisi ini diharapkan terus hidup dan menjadi bagian penting dalam perjalanan budaya masyarakat Bangkinang di masa depan.(ADV)