Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan ulama sangat penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Kampar sebagai daerah yang religius dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Melalui kajian agama seperti ini, kita berharap hati menjadi lebih tenang dan ilmu agama terus bertambah sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ujar
Misharti saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.Ia juga menegaskan bahwa majelis zikir bukan hanya tempat berkumpul untuk beribadah, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat tanpa sekat formalitas.
Bupati Kampar Instruksikan Hewan Kurban 2026 Diprioritaskan untuk Desa Minim Kurban
Asisten II Setda Kampar Ikuti Launching Pendidikan Antikorupsi dan Rakor Pengendalian Inflasi
“Visi Kampar yang religius bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah, sejalan dengan julukan Kampar sebagai Serambi Mekkah-nya Riau,” tambahnya.
Puncak kegiatan diisi tausiyah agama yang disampaikan Ustad Drs. Zulfikar Nikmat dengan tema kemantapan hati dalam beribadah. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk terus memperkuat keimanan dan menjaga keikhlasan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.