|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : detik.com
BAKU - Chelsea nyaris sempurna di ajang Liga Europa musim ini. Maka trofi juara yang baru direbut adalah hadiah yang pantas untuk The Blues.
Chelsea menutup Liga Europa 2018/2019 dengan manis saat mengalahkan Arsenal 4-1 pada laga final di Baku Olympic Stadium, Kamis (29/5/2019) dini hari WIB tadi.
Bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Chelsea menggila di babak kedua untuk mencetak tiga gol dalam rentang kurang dari 30 menit lewat Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan penalti Eden Hazard. Arsenal sempat menghidupkan harapan lewat gol Alex Iwobi.
Toreh Prestasi, Imigrasi Pekanbaru Sabet Juara II AHII 2025
Megawati Hangestri Menapaki Jejak Baru di Liga Voli Turki
Tapi, kemenangan Chelsea dikunci gol kedua Hazard pada menit ke-72 yang memastikan trofi Liga Europa pulang ke London Barat, bukan London Utara, musim ini. Trofi yang menegaskan dominasi Chelsea di Liga Europa musim ini.
Pasalnya Chelsea punya rekor luar biasa di kompetisi musim ini, yakni tak terkalahkan dari 15 pertandingan yang dilalui sampai puncak. Total 12 kemenangan dibuat dan hanya tiga kali imbang,. Mereka juga jadi tim paling produktif di turnamen ini dengan 36 gol dan 16,5 shots per laga, cuma kalah dari Salzburg serta Bayer Leverkusen yang tersingkir lebih cepat.
Sementara performa para pemain di laga final pun tanpa cela, sehingga membuat manajer Maurizio Sarri yakin trofi ini memang pantas didapatkan.
Kejuaraan Pencak Silat Minsai Se-Sumatra, Enam Atlet Pencak Silat Sinkay Pelalawan Boyong 7 Medali
SDN 42 Pekanbaru Juara Turnamen SD/MI Sederajat se-Riau
"Kami tampil bagus musim ini, karena kami bisa lolos ke Liga Champions di klasemen Premier League, yang mana bukan pekerjaan mudah mengingat persaingannya begitu tinggi," ujar Sarri di Football-Italia.
"Kami ke final Piala Liga Inggris usai mengalahkan Liverpool dan Tottenham, hanya kalah adu penalti dari Manchester City,. Di Liga Europa, kami menang 12 kali dan imbang tiga kali, kami mencetak gol paling banyak," sambungnya.
"Saya rasa setelah malam ini, musim ini kami meningkat dari biasa menjadi luar biasa. Tidak mudah untuk bisa langsung beradaptasi dengan liga sulit seperti ini. Saya memang punya beberapa masalah, tapi saya melihat ada perubahan baik dari tim sejak Februari. Mungkin saya juga yang berubah, tapi saya mulai merasa ini adalah tim saya."
Hasil Imbang Persebaya vs Semen Padang Bikin PSIS Semarang Terdegradasi ke Liga 2
The Venyamin, Finalis Asal Sumatra Barat Juara Grand Final IM3 Collabonation Talent Hunt 2024