|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
ANKARA - Pemerintah Turki menyatakan akan menolak setiap kesepakatan perdamaian yang tidak mencantumkan kemerdekaan Palestina. Ankara menilai penting bagi negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu dan memperjuangkan hal tersebut.
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, kekompakan negara anggota OKI dalam memperjuangkan pembentukan negara Palestina yang berdaulat lebih mendesak dari sebelumnya. "Ini adalah tanggung jawab yang menjadi tanggung jawab utama kita," ucapnya dilaporkan laman Anadolu Agency, Kamis (30/5).
"Karena itu saya yakin, bahwa setiap perjanjian damai yang tidak mempertimbangkan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Al Quds Al Sharif sebagai ibu kotanya pasti akan ditolak komunitas OKI," ujar Cavusoglu.
Tiga Relawan Indonesia Peserta Global Sumud Flotilla Pulang ke Tanah Air
Israel Semakin Brutal, Sekutu Gerah dan Palestina Berdarah
Pernyataan Cavusoglu muncul setelah Amerika Serikat (AS) berencana menggelar konferensi ekonomi bertajuk "Peace for Prosperity" di Bahrain pada 25-26 Juni mendatang. AS dilaporkan akan merilis bagian pertama dari rencana perdamaian Timur Tengah, termasuk konflik Israel-Palestina, dalam acara tersebut.
Dalam konflik Israel-Paestina, AS disebut akan menawarkan solusi ekonomi, yakni dengan mendorong arus investasi untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza yang dibekap krisis kemanusiaan. Konferensi di Bahrain memang diharapkan dihadiri 300-400 perwakilan serta eksekutif bisnis dari Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Beberapa pemimpin bisnis Palestina juga diperkirakan menghadiri acara tersebut.