|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Linda
PEKANBARU - Operasi Ketupat Muara Takus 2019 selama 12 hari di Provinsi Riau berakhir, Senin (10/6). Selama operasi diketahui jumlah kecelakaan lalu lintas menurun tapi korban meninggal dunia meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, selama Operasi Ketupat Muara Takus 2019 terjadi 26 kasus kecelakaan. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2018 yang mencapai 30 kasus.
"Kasus kecelakaan lalu lintas menurun dari tahun lalu tapi jumlah korban meninggal dunia meningkat. Jika tahun sebelumnya korban meninggal 11 orang, tahun ini mencapai 16 orang, terjadi peningkatan 45 persen," ujar Sunarto.
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
Donasi Rakyat Siak Rp1,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Untuk korban luka berat, terjadi penurunan pada tahun 2019 yakni 10 orang atau 13 persen sedangkan tahun 2018, korban luka berat sebanyak 30 orang. Sementara korban luka ringan terjadi peningkatan, yakni 35 orang sedangkan tahun 2018 sebanyak 14 orang.
"Kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Muara Takus 2019 sebesar Rp197.600.000. Sedangkan tahun 2018 sebesar RpRp115.400.000," kata Sunarto.
Kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di Kabupaten Kampar, yakni 7 kasus. Disusul Kabupaten Siak 6 kasus, Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi masing-masing 3 kasus, Dumai dan Indragiri Hilir masing-masing 2 kasus dan Pekanbaru, Indragiri Hulu, Rokan Hilir masing-masing 1 kasus.
Puluhan Truk dari Siak Bertolak untuk Korban Bencana Sumatera
SKK Migas Sumbagut dan PT BSP Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Sumbar
Kecelakaan didominasi terjadi di jalur utama lintas mudik dan balik Lebaran sebanyak 18 kasus. Untuk jalan alternatif 6 kasus dan jalur lain 2 kasus.
"Kendaraan yang banyak terlibat kecelakaan lalu lintas adalah sepeda motor sebanyak 31 unit. Meningkat 1 persen dibanding tahun lalu yang hanya 30 unit sepeda motor. Lalu mobil penumpang dan mobil barang," ungkap Sunarto.
Kecelakaan dominan terjadi pada pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB sebanyak 9 kasus. Pada pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB sebanyak 6 kasus, pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB sebanyak 5 kasus, pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB terjadi 3 kasus. "Di luar waktu itu, terjadi satu kasus," tambah Sunarto.*