|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Ali
SELATPANJANG - Pemilu 2019 baru saja berakhir. Namun, mesin politik harus segera dipanaskan lagi. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepulauan Meranti 2020 sudah menanti di depan.
Untuk menghadapi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti mengajukan anggaran penyelenggaraan sebesar Rp 28 miliar.
Anggaran tersebut lebih besar dari Pilkada sebelumnya. Saat itu nilai anggaran untuk penyelenggaraan pesta demokrasi ditetapkan hanya sebesar Rp17 miliar.
Penetapan KPU Siak, Dr. Afni -Syamsurizal Tinggal Menunggu Dilantik
Drama Politik Siak Usai, MK 'Kukuhkan' Kemenangan Afni - Syamsurizal
Komisioner KPU Kepulauan Meranti Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi dan SDM, Hanafi mengatakan, anggaran sebesar itu untuk membiayai tahapan Pilkada Kepulauan Meranti mulai 2019 hingga 2020. Angka tersebut bisa terealisasi atau tidak tergantung keputusan.
"Setelah kita hitung sesuai dengan RAB kita, maka kebutuhan itu mencapai Rp28 miliar. Itu sudah kita ajukan, namun tinggal menunggu persetujuan Bupati dan DPRD," kata Hanafi, Minggu (16/6).
Hanafi menambahkan, anggaran yang paling besar terserap digunakan untuk percetakan APK, surat suara, kotak suara, dan tahapan pencalonan.
Meranti Tetapkan Status Siaga Karhutla, Riau Makin Siaga Hadapi Ancaman Kebakaran
Tangisan Warga Mandau , Dr.Afni: Apapun Hasil Pilkada, Saya Tetap Berjuang untuk Rakyat
"Selain APK dan surat suara, anggaran yang besar itu tahapan pencalonan, dimana jika ada calon perseorangan, maka kita harus turun ke lapangan untuk memeriksa kelengkapan berkasnya," ujar Hanafi.
Ditambahkan lagi, anggaran yang diajukan tersebut dengan asumsi untuk lima pasangan calon ditambah calon perseorangan.
“Anggaran yang kami ajukan dengan asumsi lima pasangan calon ditambah calon perseorangan yang bertarung,” ujar Hanafi.*