|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Qatar terus saja didera masalah terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Oleh karenanya, muncul desakan agar Piala Dunia dipindah ke negara lain. Mana saja?
Sejak penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah pada bidding tahun 2010 silam, banyak pihak yang memang mempertanyakannya. Qatar memang punya banyak uang untuk membangun stadion baru, tapi menggelar turnamen musim panas di sana adalah hal tak masuk akal.
Sebab, suhu di Qatar rata-rata di atas 40 derajat celcius pada musim panas dan ini membahayakan pemain serta suporter. Pada prosesnya, Piala Dunia akhirnya digelar pada akhir tahun, sekitar November-Desember 2022.
Administrasi Bermasalah, Proyek Bronjong Sungai Apit Dihentikan Pemkab Siak
Kredit Macet Bermasalah di Pelalawan, Polisi Telusuri Dugaan Korupsi di Bank Milik Negara
Selain itu terpilihnya Qatar juga menimbulkan dugaan bahwa ada suap yang melibatkan banyak petinggi FIFA. Hal itu terbukti ketika mantan presiden FIFA Sepp Blatter tertangkap beberapa tahun lalu yang merembet ke kroni-kroninya, termasuk terakhir mantan presiden UEFA dan legenda Prancis Michel Platini.
Dengan tertangkapnya Platini, maka desakan agar Qatar dicabut mandatnya sebagai tuan rumah makin menguat. Fans-fans pun meminta Piala Dunia dipindah ke negara lain saja.