|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan terhadap dua kepala daerah pada hari yang sama. Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi diamankan dalam operasi terpisah yang berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Penindakan tersebut dilakukan KPK pada Senin (19/1/2026). Sejumlah pihak turut diamankan dalam operasi tersebut, termasuk aparatur pemerintahan dan pihak swasta. KPK membenarkan bahwa kedua kepala daerah saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan proyek dan aliran dana di daerah masing-masing.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa operasi di Kota Madiun berkaitan dengan dugaan fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR). “Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” ujar Budi kepada wartawan, menjelaskan bahwa Maidi ditangkap bersama belasan orang lainnya.
821 Guru Incar Jabatan Kepala Sekolah Tingkat SLTA
Dana Daerah Dipangkas Pusat, Bupati Afni Tetap Optimis Siak Bangkit
Sementara di Kabupaten Pati, operasi tangkap tangan juga dilakukan terhadap Bupati Sudewo. Budi menjelaskan bahwa Sudewo diamankan KPK dalam operasi yang berlangsung pada hari yang sama, dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus, Jawa Tengah. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW (Sudewo),” kata Budi
Penangkapan dua kepala daerah tersebut langsung menyita perhatian publik. Selain karena dilakukan dalam waktu hampir bersamaan, isu lain yang ikut berkembang adalah keterkaitan politik keduanya dengan Partai Gerindra, partai yang saat ini dipimpin Presiden Prabowo Subianto.