POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Mancanegara

Gelombang Panas Mematikan Terus Melanda Eropa

Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB

Penulis : republika

Gelombang Panas Mematikan Terus Melanda Eropa
ilustrasi

ALMOROX - Gelombang panas mematikan yang menyebar di Eropa terus memicu peningkatan suhu dan kebakaran. Si jago merah membakar 1.600 hektare lahan di Kota Almorox, Spanyol, disusul insiden sama di sebuah desa di Madrid.

Per Sabtu (29/6), gelombang panas telah merenggut dua nyawa di Spanyol, empat di Prancis, dan dua di Italia. Para korban termasuk pekerja panen berusia 17 tahun, tukang atap berusia 33 tahun, dan pria tunawisma berusia 72 tahun.

Ahli meteorologi memprediksi kondisi itu disebabkan semburan udara panas dari Afrika Utara di awal musim panas. Mereka memperkirakan panas bakal mereda pada Minggu (30/6). Para ilmuwan itu juga menyebut pemanasan global sebagai salah satu faktor.

Baca :

Dinas cuaca nasional Jerman mengatakan, suhu pada Juni 2019 tercatat lebih tinggi empat derajat Celsius daripada periode referensi internasional antara 1981-2010. Panas yang menyengat menyebabkan kualitas udara menurun di beberapa kota.

Hal itu membuat sejumlah negara di Eropa mengambil langkah-langkah antipolusi. Pemerintah Prancis, misalnya, yang melarang penggunaan mobil dengan tingkat polusi tinggi di Kota Paris, Lyon dan Marseille, selama beberapa hari terakhir.

Sampai saat ini, pihak berwenang Prancis melaporkan 40 kasus kebakaran di seluruh negerinya. Api meratakan 600 hektare lahan dan puluhan rumah di wilayah selatan negara itu. Ini pertama kalinya suhu di Prancis mencapai 45,9 derajat Celsius.

Baca :

Prancis menjadi negara Eropa ketujuh yang pernah mencapai suhu di atas 45 derajat, selain Bulgaria, Portugal, Italia, Spanyol, Yunani, dan Makedonia Utara. Pada Agustus 2003, gelombang panas menyebabkan 15 ribu orang meninggal dunia di sana.

Kondisi terkini mendorong dinas cuaca Meteo France mengeluarkan tingkat siaga tertinggi merah untuk pertama kalinya. Gelombang panas tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga kondisi tanaman budidaya.

Para petani anggur di selatan Prancis mengeluhkan hasil panen buruk akibat terbakar gelombang panas. Mereka menyebut tanaman seolah dibakar menggunakan obor dan sebagian seperti terkena efek pengering rambut, dikutip dari laman AFP.*

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers
Kamis, 1 Januari 2026 | 20:21:00 WIB
nusantara
Dua Ruas Tol Trans Sumatera di Sumbar Masuk PSN Era Prabowo
Selasa, 30 Desember 2025 | 12:02:42 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB