|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : halloriau.com
PEKANBARU - Proyek drainase di bawah Jembatan Siak III akhirnya dibongkar. Proyek yang baru selesai dan tidak berfungsi itu dikritik Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT saat kegiatan Aksi Bersih Sungai Siak beberapa waktu lalu.
Ada penyumbatan di gorong-gorong drainase, yang membuat air selalu meluap saat hujan turun. Sehingga, luapan itu masuk ke pemukiman warga yang ada di sekitar kawasan itu.
Saat itu, Firdaus meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan pekerjaan pembangunan untuk lebih memperhatikan outcome atau manfaat pembangunan, bagi masyarakat.
Tito Karnavian: Penanganan Banjir Sumatera Sudah Setara Bencana Nasional
Denza N9: SUV Bongsor BYD yang Bisa Bikin Rivalnya Panas Dingin
Proyek itu sudah lama membuat warga RT 01/RW 02, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan resah. Proyek itu persis di persimpangan Jalan Kota Baru-Jalan Panglima Undan. Kini, drainase itu sudah dibongkar.
Ketua RT 01 Moyan menyebut, sejak kunjungan Walikota di area itu, belum ada aktivitas pembongkaran dari dinas terkait. Akhirnya, warga berinisiatif untuk membongkar.
"Kita ambil inisiatif dengan membongkar tembok yang menyumbat drainase. Mestinya aliran air ini lurus dan langsung ke Sungai Siak. Ini malah berbelok ke kanan," kata Moyan, Jumat (5/7/2019).
Studi Mengejutkan: Ganja Bisa Bikin Perempuan Sulit Hamil!
Administrasi Bermasalah, Proyek Bronjong Sungai Apit Dihentikan Pemkab Siak
Ia menyebut, saat kunjungan Walikota itu, sebenarnya orang nomor satu di Kota Pekanbaru itu sudah menginstruksikan Dinas PUPR untuk membongkar timbunan yang menyumbat aliran drainase.
"Pak walikota sebenarnya sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk membongkarnya. Tapi sampai saat ini tidak juga. Maka kami warga di sini berinisiatif untuk membongkar dan membersihkannya. Kalau tidak, setiap hujan, air meluber ke jalan hingga masuk ke rumah warga," bebernya.
Kata Moyan, Ia bersama warga yang lainnya membongkar drainase pada Senin (1/7/2019) pagi. Pembongkaran sudah diketahui oleh Camat Senapelan, Fabillah Sandy.*
Proyek Laptop Rp 9,9 Triliun Bermasalah, Kejagung Periksa Staf Khusus Nadiem Makarim
MUI Desak Kejagung Tuntaskan Dugaan Korupsi Proyek Pagar Laut