|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
JAKARTA - Banyaknya titik panas yang bahkan hingga terdeteksi di perbatasan Kalimantan Barat Indonesia dengan Serawak Malaysia, membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai hanya bisa dipadamkan secara tuntas dengan satu cara, yaitu air hujan.
"Iya betul, hanya air hujan yang bisa memadamkan secara tuntas," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo.
Dengan begitu, menurut Agus, ancaman karhutla agaknya belum akan berakhir pada bulan ini. Sebab, BMKG memprediksi musim hujan baru akan dimulai akhir Oktober atau awal November. Kendati demikian, Agus menegaskan, para pemangku kepentingan terkait akan terus berjibaku mengatasi karhutla.
Suhu Udara Siang Hari di Riau Panas, BMKG: Bisa Capai 36 Derajat Celcius
Pemko Pekanbaru Pasang 35 CCTV Baru Dititik Strategis Ruang Publik
Karhutla belum juga bisa teratasi meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan kementerian dan lembaga terkait. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, masih terdapat 3.708 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir.
Kabut asap makin tebal di sejumlah daerah. Kabut asap itu juga sudah masuk kategori berbahaya bagi kesehatan masyarakat di sana.