|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
"Ustaz, dengan kerendahan hati yang sangat dalam, mohon nasihatilah kami, nasihati kami, mahasiswa UGM terutama dan para perempuan yang ingin menyejahterakan umat," kata Fira, Sabtu (12/10).
Setelah itu, UAS yang didampingi moderator Nurkholis dan Rektor UII Fathul Wahid, memberikan jawabannya. Ia menilai, hal itu memang menjadi dilema yang dihadapi mahasiswa ketika mempelajari buku pakar-pakar Barat.
Sebagai contoh, UAS menceritakan ada mahasiswa S1 Hukum yang datang kepadanya. Kemudian, mahasiswa itu mengungkapkan rencana menjalani S2 Hukum Islam yang oleh mahasiswa tersebut dianggap suatu pembersihan.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Antikorupsi Saat Lantik 17 Kepala Kejati Baru
Bagi UAS, ilmu itu tetap bermanfaat. Sebab, justru orang-orang yang sudah mengerti itulah yang bisa membela sesama manusia lain yang mungkin tidak mengerti hukum-hukum konvensional tersebut.
"Tekuni ilmu ini apapun namanya, tapi dengan benteng yang kuat, nanti antum-lah yang bisa mengklasifikasi mana sampah, mana rambut, mana ijuk, mana lalang, mana rumput, mana padi," ujar UAS.