|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau kukuhkan sebanyak 401 wisudawan pada acara wisuda ke XVI yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 174 orang lulusan dari jenjang diploma 3, sedangkan 227 orang lulusan dari jenjang diploma 4 dimana sampai saat ini PCR sudah meluluskan 3.790 alumni.
Direktur PCR, Dr Dadang Syarif Sihabudin Sahid S Si MSc dalam kepada wartawan Sabtu (19/10) mengatakan, selamat kepada seluruh wisudawan yang telah dilantik pada hari ini. “Mewakili sivitas akademika Politeknik Caltex Riau saya mengucapkan selamat atas wisuda diploma dan sarjana terapan untuk anak-anakku. Bagi PCR, lulusan yang sebentar lagi menjadi alumni, merupakan karya utama dan aset yang sangat berharga. Inilah salah satu bentuk tanggung jawab dan kontribuasi nyata PCR dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang bermutu, inovatif, relevan dan berdaya saing sebagaimana Visi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia,” ujarnya.
Kata Dadang, tingkat lulusan tepat waktu pada wisuda tahun ini adalah sebesar 82%. Jumlah ini meningkat sebanyak 8% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target yang dicanangkan pada tahun ini sebesar 80%. Sedangkan Indek Prestasi Komulatif (IPK) para wisudawan tahun ini rata-rata adalah 3.2 dengan rincian IPK rata-rata Program Ahli Madya sebesar 3.06, sementara IPK rata-rata yang diraih oleh lulusan Program Sarjana Terapan adalah 3.33.
Periode III 2023, UIR Wisuda 2.418 Wisudawan/ti Program Strata 1 hingga Doktoral
Universitas Pahlawan Bangkinang Wisuda 344 Mahasiswa
“Tingkat lulusan tepat waktu yang tinggi tentu saja akan memberikan kepastian kepada stakeholder khususnya bagi para mahasiswa dalam menempuh proses pendidikan di PCR. Nilai IPK yang diraih oleh para lulusan ini tentu saja tidak semata-mata menggambarkan kemampuan kognitifnya, tetapi representasi dari nilai sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Komposisi skill ini juga dilengkapi dengan kemampuan nilai-nilai softskill yang merupakan bagian tak terpisahkan pada setiap proses pembelajaran di PCR meliputi nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, kecintaan terhadap lingkungan, kejujuran, kehormatan, keunggulan, dan kecerdasan. Dengan berbekal kemampuan tersebut, PCR berkeyakinan bahwa lulusan yang dihasilkan memiliki kapasitas yang memadai untuk bersaing dan terjun ke dunia nyata,” tambahnya.
Pada kesempatan ini Dadang juga mengatakan bahwa menjatuhkan pilihan untuk belajar di politeknik, sebagai bagian dari pendidikan tinggi vokasi sudah sangat tepat, walaupun bagi sebagian orang kurang populer. Pendidikan vokasi saat ini merupakan salah satu dari rencana program startegis pembangunan jangka menengah dan jangka panjang pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hal ini bertujuan untuk pengembangan sumber daya manusia ke depan.