Sementara Humas PT RAPP(Riau Andalan Pulp and Paper) Budi Firmansyah saat dihubungi media ini terkait informasi beredarnya ikan mati di sekitar muara kanal outlet PT RAPP di Sungai Kampar mengatakan, telah dilakukan pengambilan sampel.
Sampel dilakukan untuk pemeriksaan penyebab kematian ikan-ikan tersebut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan.
"Tim Operational dan Environment Department PT RAPP telah melakukan penelusuran ke kanal outlet perusahaan. Ikan-ikan mati tersebut hanya ditemukan di sekitar muara kanal outlet di Sungai Kampar. Sementara di bagian hulu kanal yang mengarah ke pabrik tidak ada ditemukan ikan-ikan yang mati,''jelas Budi.
Ketum SMSI: Mendirikan Perusahaan Pers Hak Asasi yang Dilindungi Konstitusi
Saksi Bongkar Dugaan Fee Rp7 Miliar hingga Kode Rahasia “Tujuh Batang”
Perusahaan memastikan tidak ada permasalahan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan. Apalagi PT RAPP memiliki komitmen yang kuat dalam melakukan pemantauan dan pengawasan sistem pengolahan limbah.
Kualitas air olahan yang disalurkan dari IPAL menuju Sungai Kampar terpantau secara terus menerus menggunakan teknologi yang terkoneksi langsung dalam sistem jaringan monitoring Kementerian LHK untuk memastikan kualitas air masih berada dalam batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah.